Sesungguhnya Allah ta’ala telah mensyariatkan kepada kita untuk memperbanyak melakukan amalan sunnah dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Di antara amalan sunnah tersebut adalah melakukan sujud tilawah ketika mendengar atau membaca ayat-ayat sajadah.

Hal ini selain merupakan cara untuk menyelisihi iblis yang sombong dan tidak mau bersujud, juga merupakan karakter dari seorang yang beriman. Allah ta’ala menggambarkan dalam firman-Nya,

إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Sesungguhnya orang-orang yang diberikan ilmu sebelumnya, jika dibacakan pada mereka Alquran maka mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan mereka berkata maha suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu  (Q.S. Al-Isra’: 107-109]

Dalam surat yang lain Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya yang beriman kepada ayat-ayat kami, jika disebutkan dengannya maka mereka bersujud dan bertasbih serta memuji rabbnya, dan mereka tidak sedikit pun sombong (Q.S. Assajadah: 15)

Dari Abdullah bin Umar diriwayatkan bahwa,

كان يقرأ القرآن فيقرأ سورة فيها سجدة فيسجد ونسجد معه حتى ما يجد بعضنا موضعا لمكان جبهته

Sesungguhnya (Rasulullah) membaca Alquran sehingga membaca yang padanya terdapat ayat sajadah maka beliau pun bersujud, dan kami pun bersujud bersama beliau sehingga tidak kami temukan tempat karena posisi dahinya (HR. Muslim)

Adapun yang dibaca dalam sujud ini sama seperti yang ia baca dalam sujud lainnya selain sujud tilawah. Di antaranya adalah dengan membaca,

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi (HR. Muslim)

Atau bisa juga dengan membaca,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Maha suci Engkau wahai Rabb kami, dengan segala pujian-Mu, ampunkanlah kami (HR. Muslim)

Meskipun demikian lebih disukai jika ia membaca sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan dari A’isyah Radiyallahu ‘anha bahwa

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في سجود القرآن بالليل: سجد وجهي للذي خلقه وشق سمعه وبصره بحوله وقوته.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam mengatakan dalam sujud tilawah pada malam hari, wajahku bersujud kepada yang telah menciptakannya, yang membentuk pendengarnya dan penglihatannya, dengan daya dan kekuatan-Nya.(HR. Tirmidzi)

Kita memohon kepada Allah ta’ala semoga kita semua termasuk di antara mereka yang menjaga sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, salah satunya dengan membiasakan melakukan sujud tilawah. Aamin.

 

Malang, 12 Mei 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Advertisements