Di tengah kehidupan ini, begitu banyak di antara manusia yang tidak berhasil mengendalikan syahwatnya. Mereka terjebak dan hidup dengan memperturutkan syahwat dari perkara yang haram. Padahal, ketika seseorang tidak lagi bisa mengontrol syahwatnya, maka ia akan merasakan beberapa dampak negatif. Di antaranya adalah:

Pertama, sakitnya hati. Mereka yang jatuh kepada syahwat maka akan ada noktah hitam yang menutupi hatinya. Nokta ini akan bertambah jika ia teruskan maksiatnya bahkan bisa berkarat. Akhirnya, dirinya pun menjadi semakin sulit untuk melakukan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Dari Abi Hurairah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن المؤمن إذا أذنب ذنباً كانت نكتةٌ سوداء في قلبه فإن تاب و رجع واستعتب ( أي ندم ) صُقل قلبه وإن زاد زادت حتى تعلو قلبه فذلك الران الذي قال تعالى: كلا بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون

Sesungguhnya seorang mukmin, jika ia melakukan satu dosa maka terdapat noktah hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, kembali dan menyesal maka akan bersih hatinya. Namun jika bertambah maka akan bertambah pula hitam tadi sampai penuh hatinya. Yang demikian itu adalah hijab yang sebutkan oleh Allah ta’ala, Sekali-kali tidak, tetapi ada pembatas pada hati mereka akibat apa yang mereka lakukan (HR.Tarmidzi dan Nasa’i)

Kedua, orang yang terjebak pada syahwat akan tersesat dari kebenaran bahkan sampai pada level mabuk. Para ulama mengatakan bahwa mabuknya seseorang karena syahwatnya akan lebih dahsyat dan berbahasa dibandingkan dengan mabuk karena khomar. Padahal mabuk dengan khomar saja sudah bisa menyebabkan seseorang jatuh pada zina, pembunuhan, dan berbagai kejahatan lainnya.

Di antara salafussholeh tadi mengatakan,

فإن سكر الخمر يكون يوما أو قريبا من يوم ، وأما سكر الشهوة والمحبة الفاسدة فقوي دائم

Sesungguhnya mabuk karena khomar hanya berlangsung sehari dan sekitar itu, tetapi mabuk karena syahwat dan cinta yang merusak akan bertahan kuat selamanya.

Seseorang yang tidak bisa menahan syahwatnya, maka niscaya ia pun akan terikat dengan syahwat tadi. Syahwat keadaannya seperti seorang bayi yang jika tidak disapih maka ia akan terus minta menyusu sampai besar sekali pun. Karenanya seorang ibu perlu tega untuk menyapihnya.

Ketiga, syahwat bisa mengantarkan kepada kekafiran dan perkara yang mengeluarkan dari agama. Karena itu, syahwat merupakan salah satu senjata ampuh yang digunakan oleh syaithon untuk menyesatkan manusia. Dalam perjanjiannya, Iblis telah mengikrarkan keinginan untuk menyesatkan sebagian besar manusia. Namun tentu cara menyesatkan tadi dengan tipu daya.

Di antara kisah yang sangat terkenal berkaitan dengan tersesatnya manusia karena syahwat terlihat dalam kejadian seorang rahib bani israel yang selama berpuluh-puluh tahun senantiasa dalam ketaatan. Syaithon mencoba untuk menggodanya dengan segala cara tetapi tidak berhasil.

Sampai akhirnya terjadi peperangan, dan ada tiga orang saudara yang menitipkan adik perempuannya karena menilai bahwa rahib ini adalah orang yang paling ta’at dan adik mereka akan aman jika dititipkan kepada ahli ibadah.

Namun akhirnya ia pun terfitnah dengan wanita yang dititipkan tadi. Awalnya ia meletakkan makanan agak jauh dari tempat tinggal sang wanita. Namun syaithan membisikan untuk mendekatkan makanan di depan pintu. Akhirnya mulai terjadi pembicaraan, dan syaithan pun membisikkan untuk berbicara di dalam ruangan.

Akhirnya singkat cerita terjadilah perzinahan yang membuat wanita tadi hamil dan melahirkan seorang bayi. Sang rahib pun malu, akhirnya ia membunuh sang bayi. Namun syaithon membisikan bahwa bukankah sang ibu bayi bisa menceritakan kepada saudaranya. Ia pun membunuh sang wanita.

Sampai ketika saudara mereka pulang, maka sang rahib pun menangis dan menceritakan sakit yang dialami adik mereka sampai meninggal. Tentu ini adalah cerita bohon. Syaithon pun memberitakan dalam bentuk mimpi kepada saudara mereka tentang kejadian yang sebenarnya dari awal sampai akhir.

Singkat cerita, ternyata semua terbukti dan mereka marah kepada rahib dan akan membunuhnya. Sang rahib pun masih dibisiki oleh syaithan untuk bersujud kepadanya supaya ditolong. Namun ternyata ketika rahib tadi sudah menuruti perintah syaithan, syaithan pun mengatakan, “sekarang bunuhlah ia, karena ia sudah kafir”.

Demikianlah bagaimana akhirnya syahwat telah membuat banyak orang menjadi kafir. Syaithan sebagai musuh mempunyai cara yang cantik dengan segala tipu daya untuk menyesatkan manusia melalui syahwatnya.

Para ulama mengatakan, inilah salah satu makna dari ayat Allah ta’ala,

كمثل الشيطان إذ قال للإنسان اكفر فلما كفر قال إني بريء منك إني أخاف الله رب العالمين

Sebagaimana syaithan ketika mengatakan kepada manusia, kafirlah, kemudian manusia menjadi kafir maka ia berkata, aku berlepas diri darimu, sesungguhnya aku takut kepada Allah Rabb semesta alam.

Sebenarnya masih dampak negatif lainnya, seperti halnya adanya hijab antara dirinya dengan Allah, terikatnya dirinya dengan syahwat sehingga menjadi budak, lalainya dirinya dari mengingat Allah, belum lagi termasuk balasan ketika kematian, di alam barzah dan siksaan neraka.

Namun, kami cukupkan sampai di sini untuk sementara, insyaAllah bisa disambung di lain waktu. Kita berdoa kepada Allah ta’ala, semoga kita semua dihindarkan dari bahasa penyakit syahwat. Aamin.

 

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Advertisements